Menggali Potensi Perikanan Desa Tluwah

kunjungan ke tambak Desa Tluwah

Tluwah (11/7) – Survei tambak dilakukkan Kahan Dwi Supardi (Akuakultur 2016) peserta KKN Tim II Kecamatan Juwana 1 Desa Tluwah untuk mencari permasalahan apa yang menjadi kendala atau hambatan bagi petani tambak udang dan ikan desa Tluwah. Tambak yang berada di barat desa Tluwah membudidayakan udang vanname, udang windu, ikan bandeng, dan ikan nila. Tambak ini dimiliki perorangan. Tambak milik bapak Kawi membudidayakan udang vanname masih secara tradisional (ekstensif) dengan padat tebar yang rendah dengan tiap petak tambak berukuran 500m² ditebar benur sebanyak 90.000-100.000 ekor benur, penebaran benur udang dilakukan pada sore hari agar suhu perairan tidak terlalu tinggi benur yang ditebar didatangkan dari Tuban. Pakan udang vanname yang digunakan masih sangat mengandalkan pakan alami berupa fitoplankton pada tambak, untuk penggunaan pakan buatan menggunnakan pelet tanpa input teknologi berupa probiotik karena masih kurangnya pengetahuan dalam membuat probiotik dari bahan alam berupa buah ataupun sayur. Penggunaan probiotik pada pengaplikasian pakan dapat mempercepat pertumbuhan pada kultivan, sehingga program yang dapat diberikan bagi pada pembudidaya diharapkan dapat membuat probiotik ramah lingkungan dari bahan baku buah dan sayur.

 

Penulis : Kahan Dwi Supardi Mahasiswa Jurusan Akuakultur Universitas Diponegoro

Editor: Dewi Riyani

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan